{"id":5668,"date":"2025-05-28T12:57:30","date_gmt":"2025-05-28T05:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/bidik.web.id\/?p=5668"},"modified":"2025-05-28T12:57:32","modified_gmt":"2025-05-28T05:57:32","slug":"sedekah-bumi-di-desa-tengeng-kulon-tradisi-turun-temurun-wujud-syukur-atas-hasil-panen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidik.web.id\/?p=5668","title":{"rendered":"Sedekah Bumi di Desa Tengeng Kulon: Tradisi Turun-Temurun Wujud Syukur atas Hasil Panen"},"content":{"rendered":"<p>Pekalongan, bidik.web.id \u2013 Warga Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, sekaligus sebagai wujud pelestarian budaya dan penguatan ikatan sosial antarwarga.<\/p>\n<p>Tradisi Sedekah Bumi telah dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Tengeng Kulon. Selain sebagai sarana syukur, kegiatan ini juga dimaknai sebagai penghormatan kepada leluhur dan upaya menjaga keharmonisan dengan alam.<\/p>\n<p>Rangkaian acara dimulai pada sore hari dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam doa tersebut, warga memohon keberkahan, keselamatan, dan hasil bumi yang melimpah untuk tahun-tahun mendatang. Doa bersama ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.<\/p>\n<p>Usai doa, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Dalang Ki Caswoni Hafi dari Warungasem, Batang. Warga bergotong royong secara swadaya untuk mendukung kelancaran acara. Pagelaran wayang bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol kebersamaan dan bentuk pelestarian nilai-nilai budaya lokal.<\/p>\n<p>Dalam suasana penuh keakraban, warga duduk berkelompok menikmati hidangan yang telah disiapkan bersama. Makan bersama ini menjadi simbol kekompakan dan semangat gotong royong yang masih kuat di kalangan masyarakat desa.<\/p>\n<p>Kepala Desa Tengeng Kulon, Rasijo, saat ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momen penting untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya desa.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan rangkaian acara yang sarat makna ini, Sedekah Bumi di Desa Tengeng Kulon bukan hanya menjadi ajang hiburan, melainkan juga ungkapan rasa syukur kepada Tuhan serta ajang memperkuat ikatan sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya Desa Tengeng Kulon,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Masyarakat berharap tradisi Sedekah Bumi ini dapat terus hidup dan berkembang, tidak hanya sebagai perayaan hasil panen, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya. (H3n)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekalongan, bidik.web.id \u2013 Warga Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada Selasa,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[856],"class_list":["post-5668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-budaya","tag-sedekah-bumi-di-desa-tengeng-kulon-tradisi-turun-temurun-wujud-syukur-atas-hasil-panen"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801.jpg",830,505,false],"thumbnail":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801-300x183.jpg",300,183,true],"medium_large":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801-768x467.jpg",640,389,true],"large":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801.jpg",640,389,false],"1536x1536":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801.jpg",830,505,false],"2048x2048":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801.jpg",830,505,false],"morenews-large":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801-825x505.jpg",825,505,true],"morenews-medium":["https:\/\/bidik.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG_20250528_123801-590x410.jpg",590,410,true]},"author_info":{"info":["admin"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/bidik.web.id\/?cat=12\" rel=\"category\">Seni Budaya<\/a>","tag_info":"Seni Budaya","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5668"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5670,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5668\/revisions\/5670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidik.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}