PANGANDARAN,bidik.web.id
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi.S.Pd, menegaskan seluruh siswa dilibatkan dalam program penanaman jagung sebagai bagian dari edukasi praktik pertanian di lingkungan sekolah.
Jumlah siswa sekitar 138 ribu, dan semuanya kita libatkan. Penanaman jagung ini dilaksanakan di sekitar 786 sekolah,” ujar Soleh.
Rabu ( 18/2/2026)
Menurutnya, program tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran semakin menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Padahal, pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Ke depan kita melihat sudah mulai sulit menemukan peserta didik yang bercita-cita menjadi petani sukses. Sementara ketahanan pangan harus terus diperkuat. Karena itu, kita mengenalkan dan mengedukasi siswa sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan penanaman jagung tidak sekadar aktivitas seremonial, melainkan dirancang sebagai proses pembelajaran terstruktur. Para siswa akan mendapatkan edukasi menyeluruh, mulai dari pemilihan lahan, penggunaan benih unggul, perawatan tanaman, hingga masa panen.
Tidak berhenti di situ, Disdikpora juga menyiapkan pembelajaran lanjutan terkait pengelolaan hasil panen. Soleh menyebut pihaknya menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan literasi keuangan kepada siswa.
Setelah panen, siswa juga akan diedukasi tentang pengelolaan keuangan. Kita berkolaborasi dengan OJK agar mereka tahu bagaimana mengelola hasil panen secara mandiri,” jelasnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari Dinas Pertanian yang menyediakan bibit jagung bagi sekolah-sekolah. Soleh menilai, pengenalan konsep ketahanan pangan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.
Pengenalan ketahanan pangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda,” pungkasnya.( yaya)
