Pangandaran,bidik.web.id
Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, organisasi Perahu Pesiar Pangandaran menggelar rapat rutin sekaligus rapat tahunan bersama para anggota.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Perahu Pesiar Pangandaran yang juga anggota DPRD H.Miswan, dengan agenda utama sosialisasi perizinan, keselamatan wisatawan, serta peningkatan kontribusi sektor wisata terhadap pendapatan daerah.
Kamis (12/3/2026)
Rapat yang digelar dihadiri sekitar 74 persen dari total 150 anggota perahu pesiar. Meski berlangsung di bulan Ramadan, antusiasme anggota tetap tinggi untuk mengikuti pembahasan terkait masa depan usaha jasa wisata perahu pesiar di Pangandaran.
Ketua Perahu Pesiar Pangandaran menyampaikan bahwa organisasi perahu pesiar saat ini telah memiliki legalitas yang jelas, termasuk berbadan hukum melalui yayasan dan CV. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pengurusan perizinan usaha yang saat ini harus mengikuti regulasi baru hingga ke tingkat kementerian.
Kami sudah melakukan kolaborasi dengan Dinas Pariwisata terkait perizinan. Ternyata sekarang perizinan tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga berkaitan dengan syahbandar dan kementerian karena usaha perahu pesiar termasuk jasa wisata berisiko tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, legalitas tersebut penting agar aktivitas perahu pesiar tidak hanya menjadi usaha pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata yang dapat mendukung daya tarik wisata Pangandaran sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam rapat tersebut juga disosialisasikan terkait kewajiban pajak bagi para pelaku usaha perahu pesiar. Para anggota menyatakan siap mengikuti aturan perpajakan yang berlaku.
Kami sangat mendukung jika nantinya dikenakan pajak penghasilan sekitar 10 persen. Kami ingin usaha perahu pesiar ini juga memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah daerah,” jelasnya.
Selain legalitas dan pajak, aspek keselamatan wisatawan menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut. Ketua perahu pesiar menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan laut untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.
Beberapa aturan keselamatan yang harus dipatuhi di antaranya penggunaan jaket pelampung bagi wisatawan, penyediaan peluit keselamatan, hingga pengaturan perahu saat bersandar agar tidak membahayakan penumpang.
Kami menekankan kepada seluruh anggota agar tidak ada lagi kecelakaan laut. Selama SOP dijalankan dengan benar, keselamatan wisatawan dapat terjaga,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa para pengelola perahu pesiar selama ini turut membantu pengawasan wisatawan di pantai, termasuk memberikan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami kesulitan saat berenang.
Hal itu dilakukan karena keterbatasan jumlah petugas penjaga pantai di kawasan wisata.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, para anggota perahu pesiar juga telah mengikuti simulasi pertolongan pertama (P3K) dalam penanganan kecelakaan laut, termasuk cara menolong wisatawan yang tenggelam.
Kami berharap dengan adanya pelatihan dan simulasi ini, pelayanan kepada wisatawan semakin baik, keamanan meningkat, dan tentunya penghasilan para pelaku wisata juga bisa bertambah,” pungkasnya.
Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat profesionalitas jasa wisata perahu pesiar di Pangandaran, terutama dalam menghadapi lonjakan wisatawan saat musim libur Lebaran.( yaya )
