Exif_JPEG_420
PANGANDARAN, bidik.web.id —
Keluhan warga terhadap aroma menyengat yang berasal dari limbah salah satu rumah makan populer, Mie Gacoan, semakin memuncak. Bau tidak sedap yang muncul hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam, membuat warga sekitar geram karena mengganggu kenyamanan dan aktivitas mereka.
Warga menuding pihak pengelola Mie Gacoan tidak maksimal dalam menangani limbah sisa produksi makanan. Diduga, air bekas olahan dapur dialirkan langsung ke saluran umum tanpa proses pengolahan yang layak. Kondisi tersebut membuat bau busuk menyebar hingga ke pemukiman warga.
“Baunya luar biasa, apalagi kalau angin ke arah rumah warga. Kami sudah beberapa kali menegur, tapi tidak ada perubahan. Jujur, kami kecewa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (9/11/2025).
Sejumlah warga juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan. Mereka khawatir pencemaran ini dapat berdampak lebih luas, termasuk pada kualitas air tanah dan kesehatan masyarakat sekitar.
“Kami bukan anti usaha, tapi tolong hargai lingkungan. Kalau dibiarkan seperti ini, ini bisa jadi bom waktu pencemaran,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Mie Gacoan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga. Masyarakat menegaskan bahwa apabila tidak ada penanganan serius dalam waktu dekat, mereka akan melayangkan surat pengaduan resmi ke pemerintah daerah serta instansi terkait.
Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat Mie Gacoan merupakan jaringan kuliner besar yang seharusnya menjadi contoh dalam penerapan standar pengelolaan limbah sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. (red)
