Rejang Lebong, bidik.web.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Duku Ilir, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (29/6/2026).
Pelantikan yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan (Sertijab) tersebut berlangsung khidmat di Ruang Pola Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Prosesi pelantikan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa. Penandatanganan berita acara serah terima jabatan menjadi simbol resmi dimulainya kepemimpinan baru di Desa Duku Ilir.
Acara dihadiri oleh Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., Sekretaris Daerah Rejang Lebong Iwan Sumantri, SE., MM., unsur Forkopimda, Forkopimcam Curup Timur, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, unsur TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Desa PAW Duku Ilir yang baru dilantik, Ali, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan tugas secara bertanggung jawab, transparan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama membangun Desa Duku Ilir menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Ali.
Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., berharap kepala desa yang baru dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya, menjaga sinergi dengan seluruh lembaga desa, serta mengoptimalkan program pembangunan dan pelayanan publik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dilaksanakannya pelantikan dan serah terima jabatan ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap roda pemerintahan Desa Duku Ilir dapat berjalan lebih efektif, kondusif, serta mampu mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan melalui kerja sama seluruh komponen masyarakat. (Lela)
