Exif_JPEG_420
PANGANDARAN,bidik.web.id
Lapang Merdeka Pangandaran dipenuhi lautan santri pada Rabu (22/10/2025). Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai pesantren se-Kabupaten Pangandaran tumpah ruah dalam kegiatan Apel Kesetiaan Kader NU yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan tahunan yang digagas oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran bekerja sama dengan Pemerintah Daerah ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengusung semangat penguatan peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaan.
Acara dihadiri oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Wakil Bupati Ino Darsono, Bupati Pangandaran periode 2016–2025 Jeje Wiradinata, anggota DPR RI Ida Nurlaela, serta sejumlah anggota DPRD, kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pangandaran, KH. Raden Hilal Faridz Turmudzi, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme para santri dan masyarakat. Ia menyebutkan, peringatan tahun ini diikuti hampir 15 ribu santri dari berbagai kecamatan.
“Alhamdulillah, sekitar 15 ribu santri ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa semangat santri di Pangandaran terus hidup dan menjadi kekuatan moral serta spiritual bagi kemajuan bangsa,” ujar KH. Raden Hilal.
Selain apel utama, kegiatan Hari Santri juga diwarnai kirab santri, istigasah kubro, pembacaan shalawat, pentas seni islami, serta pemberian penghargaan bagi santri berprestasi.
Sebagai bentuk apresiasi, PCNU Kabupaten Pangandaran menghadiahkan sepeda motor kepada santri yang meraih juara utama dalam perlombaan keagamaan tingkat kabupaten.
“Hadiah ini bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi dan perjuangan mereka. Kami ingin santri terus berprestasi di bidang keagamaan maupun sosial,” tambah KH. Hilal.
Ia juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi sejarah atas perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
“Santri itu bukan hanya belajar agama, tapi juga belajar cinta tanah air. Mereka adalah penjaga moral bangsa dan pelanjut perjuangan para ulama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyampaikan apresiasi tinggi kepada PCNU dan seluruh pesantren atas kontribusinya dalam pembangunan karakter masyarakat. Pemkab berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan pesantren di wilayahnya.
Sementara itu, di Kampung Santri Teluk Lame, suasana peringatan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Santri dari berbagai usia mengenakan busana khas, membawa spanduk pesantren, serta meneriakkan yel-yel kebangsaan dan keislaman.
Puncak acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Kabupaten Pangandaran, diiringi lantunan shalawat yang menggema di seluruh area kegiatan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pangandaran menjadi bukti bahwa daerah ini tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki denyut spiritual dan budaya Islam yang kuat. Dari pesantren dan para santrinya, lahir semangat keilmuan, keimanan, dan kecintaan terhadap negeri — warisan berharga bagi generasi bangsa. (Yaya)
