Exif_JPEG_420
PANGANDARAN,bidik.web.id
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Sri Rahayu, S.Sos dari Fraksi PDI Perjuangan, melaksanakan kegiatan reses di Aula Desa Pagergunung. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.
Kamis (4/12/2025)
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan mendesak di lapangan, di antaranya perbaikan jalan Karang Jambu, pengurusan kartu BPJS, serta perbaikan lampu PJU yang sudah lama tidak berfungsi.
Kepala Desa Pagergunung, Sahali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Sri Rahayu di wilayahnya.
Kami berterima kasih kepada Ibu Sri Rahayu dari Fraksi PDIP Komisi II yang telah hadir melaksanakan reses di desa kami. Dengan adanya reses ini, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan semoga apa yang dibutuhkan bisa terealisasi,” ujarnya.
Sri Rahayu: Reses Adalah Tugas Menyerap Aspirasi dari Lapangan
Dalam sambutannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa memilih desa sebagai lokasi reses merupakan langkah penting agar aspirasi masyarakat dapat dihimpun secara langsung melalui perangkat desa seperti Kepala Desa, PKK, RT/RW, dan para kadus.
Kenapa saya melakukan reses di desa? Karena perangkat desa mampu mewakili aspirasi masyarakat dan bisa mensosialisasikan kembali apa yang disampaikan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa reses merupakan kegiatan turun langsung ke lapangan untuk mendengar kebutuhan masyarakat, terutama terkait infrastruktur, penerangan jalan, hingga kebutuhan layanan kesehatan melalui BPJS.
Sri Rahayu juga memaparkan fokus pembahasan dalam reses kali ini, meliputi pembenahan jalan antar desa, antar kecamatan, hingga capaian pembangunan seperti jembatan Sintok yang sudah terealisasi.
Siap Bantu Persoalan BPJS dan Respon Cepat untuk Warga Sakit Darurat
Terkait persoalan BPJS, Sri Rahayu menegaskan komitmennya untuk selalu siap membantu masyarakat.
Alhamdulillah, banyak warga yang sudah terbantu. Untuk yang sakit parah, tidak perlu menunggu rujukan dulu. Jika keadaan darurat, harus langsung dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.
Lampu PJU Jadi Perhatian — Perlu Proses dari Dishub
Masalah penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian serius. Menurut Sri Rahayu, proses perbaikan PJU sering memerlukan waktu karena harus menunggu penanganan dari Dinas Perhubungan.
Kalau PJU rusak, kadang kita harus berkorban sendiri karena mengandalkan Dishub itu perlu proses dan cukup lama,” jelasnya.
Reses yang berlangsung di Desa Pagergunung ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah, sehingga berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera mendapatkan solusi nyata.(yaya)
