PANGANDARAN,bidik.web.id
Insiden penyerangan dan pengrusakan Kantor PT.pancajaya makmur Bersama (PMB) Grand Pangandaran di Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, pada Sabtu malam (14/6/2025), menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari tokoh muda dan putra daerah, Nanang Sanudin alias Nanang Kartu.
Nanang menyayangkan tindakan anarkis tersebut yang terjadi saat kawasan wisata tengah ramai oleh kunjungan wisatawan akhir pekan.
“Kejadian itu sangat disayangkan. Terjadi malam Minggu, di tengah ramainya wisatawan. Saya lihat sendiri video pengunjung KFC yang ketakutan. Ini jelas merusak citra Pangandaran,” ujarnya dalam pernyataan kepada media.
Grand Pangandaran Dinilai Jadi Ikon Wisata Baru
Nanang juga menyampaikan dukungannya terhadap PT PMB Grand Pangandaran, salah satu investor yang tengah mengembangkan kawasan wisata dan properti di lokasi strategis Pangandaran. Menurutnya, kehadiran proyek tersebut memberi dampak positif dan menjadi daya tarik wisatawan.
“Sekarang orang bilang, belum ke Pangandaran kalau belum foto di Grand Pangandaran. Bahkan banyak wisatawan membunyikan klakson telolet saat melintas, itu bukti tempat ini sudah punya daya tarik,” tambahnya.
Soroti Lahan Terlantar, Minta Investor Aktif Bangun Daerah
Nanang juga menyoroti kondisi sejumlah lahan di kawasan timur Pangandaran yang menurutnya terbengkalai. Ia menyatakan, jika ada yang mengklaim sebagai pemilik, seharusnya hadir secara aktif untuk membangun dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau mengaku pemilik, jangan cuma klaim di atas kertas. Hadirkan aktivitas nyata. Kalau tidak ada pegawai, kantor, atau sekuriti, masyarakat wajar memanfaatkan lahan itu karena tidak tahu itu milik siapa,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa sebagian besar lahan tersebut memang belum digunakan, dan saat ini dimanfaatkan hanya sebagai tempat domisili sementara sebelum dikelola secara resmi.
Ajak Semua Pihak Kedepankan Dialog
Kepada semua elemen, termasuk Serikat Petani Pasundan (SPP), Nanang mengajak untuk menahan diri dan menghindari konflik terbuka. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif demi kemajuan bersama.
“Kalau kita cinta Pangandaran, mari kita jaga keamanan dan kedamaian. Jangan ganggu yang sudah membangun, apalagi yang sudah memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Pesan Penutup: Mari Jadi Tuan Rumah yang Ramah
Nanang menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjadikan Pangandaran sebagai daerah yang terbuka bagi investasi dan nyaman bagi wisatawan.
“Yuk jaga keamanan Pangandaran. Yuk dukung pembangunan, baik dari pemerintah maupun investor. Mari jadi tuan rumah yang ramah dan membanggakan,” tutupnya.( red/yaya)
