Pangandaran,bidik.web.id
Sosok yang akrab disapa Emak Pangandaran akhirnya angkat bicara terkait video yang sempat beredar di media sosial mengenai tanggapannya terhadap Surat Edaran (SE) “Poe Ibu” yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat. Emak menegaskan bahwa unggahan tersebut bukanlah bentuk kritik, melainkan wujud kepedulian agar masyarakat memahami isi SE dengan benar dan tidak menimbulkan salah tafsir.
Kamis (9/10/2025)
Yang pertama, Emak upload video itu hari Minggu setelah membaca SE. Emak cuma khawatir jangan sampai ada salah pemahaman. Sepengetahuan Emak, SE itu biasanya bersifat wajib karena menyosialisasikan kebijakan,” jelas Emak dalam keterangannya.
Menurutnya, kekhawatiran muncul karena sasaran dari SE tersebut adalah sekolah. Ia menilai perlu ada kejelasan, mengingat sebelumnya pernah ada surat edaran dari Gubernur yang menegaskan bahwa sekolah dilarang memungut iuran dalam bentuk apa pun. “Emak takutnya nanti tumpang tindih, apalagi di SE itu disebut ada nominal seribu rupiah. Itu bisa menimbulkan kesan seperti iuran. Padahal selama ini di Pangandaran sudah berjalan istilah kencleng seikhlasnya,” ujarnya.
Emak juga menjelaskan bahwa tidak ada maksud buruk dalam videonya. Ia hanya ingin memahami dan memastikan kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang kurang mampu. “Kalau anak tidak bisa memberi, bisa saja mereka jadi minder. Itu yang Emak khawatirkan,” katanya.
Namun, setelah diundang langsung oleh Gubernur Jawa Barat untuk berdiskusi, Emak mengaku mendapatkan penjelasan yang menenangkan. “Hari Senin Bapak Aing (Gubernur) mengundang Emak untuk datang. Kami ngobrol kurang lebih satu jam dan semua dibahas, termasuk soal sekolah. Ternyata SE itu tidak bersifat wajib, tapi sukarela. Jadi siapa pun boleh ikut kalau mau, dan itu hanya ajakan berbuat baik bersama,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Emak juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. “Emak berterima kasih kepada Bapak Aing karena sudah mengundang dan menjelaskan langsung. Tujuan Emak dari awal hanya ingin membantu mensosialisasikan, bukan menentang,” ucapnya.
Emak menegaskan bahwa ia justru mendukung penuh langkah Gubernur dalam memperkuat semangat gotong royong melalui program Poe Ibu tersebut. “Emak mendukung sepenuhnya program ini. Kalau ada yang menjelekkan Bapak Aing, Emak pasti membela. Karena Emak tahu, niatnya untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi isu lain terkait video yang memperlihatkan uang, Emak juga memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa uang tersebut bukan untuk kepentingan pribadi. “Itu uang transport untuk sosialisasi program, dan juga ada tugas dari Bapak Aing membantu menyelesaikan kasus penipuan di Legok Jawa yang menimpa 39 orang. Jadi uang itu untuk kebutuhan akomodasi dan transportasi tugas,” paparnya.
Emak menyebut bahwa selama ini dirinya hanya ingin berkontribusi positif bagi masyarakat Pangandaran. “Emak ingin ikut membantu pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan menuntaskan masalah-masalah sosial. Tidak ada niat lain, hanya ingin masyarakat paham dan tidak salah sangka,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Emak Pangandaran kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah daerah dan provinsi. “Emak bersyukur bisa berdialog langsung. Ini bukti bahwa pemerintah terbuka untuk mendengar masyarakat. Emak berharap Pangandaran terus kompak, gotong royong, dan mendukung program kebaikan bersama,” tutupnya.
( yaya)
