PANGANDARAN,bidik.web.id
Anggota DPR RI Komisi VI dari Dapil X Jawa Barat, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan pentingnya optimalisasi program Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Menurut Ida Nurlaela, program yang digagas pemerintah pusat tersebut memiliki tujuan mulia, yaitu menjadikan desa sebagai pusat interaksi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, di lapangan, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala teknis dan administratif.
Tujuannya sangat bagus, desa dijadikan tempat interaksi dari berbagai sektor — ekonomi, pembangunan, dan sebagainya. Tapi ternyata tidak semudah itu. Program ini punya pola yang berbeda dan memerlukan proses panjang, mulai dari pengajuan proposal bisnis, pelatihan TOT, hingga pembentukan manajer koperasi,” ungkap Ida kepada sejumlah wartawan.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk setiap program Desa Merah Putih. Namun, realisasinya masih dalam tahap proses. Karena itu, Ida menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola koperasi, dan masyarakat agar manfaat program benar-benar terasa hingga ke akar desa.
Sebagai anggota Komisi VI, Ida Nurlaela menegaskan pihaknya terus mendorong kolaborasi antara BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Perdagangan agar berbagai program pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kami di Komisi VI berupaya memastikan keberadaan BUMN dan koperasi benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui CSR BUMN dan dukungan kementerian, kita bisa membantu daerah ketika menghadapi defisit anggaran,” jelasnya.
Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, dan Kota Banjar, Ida menyerap berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait keterbatasan fiskal daerah.
Kami turun langsung untuk mendengar keluhan masyarakat. Hampir semua daerah mengalami defisit anggaran. Maka kami berusaha menghadirkan bantuan melalui jalur BUMN dan program kementerian agar pembangunan tetap berjalan,” tambahnya.
Ida menegaskan bahwa peran wakil rakyat tidak hanya menyuarakan aspirasi di Senayan, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat bawah.
Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh desa Indonesia,” tutupnya.( yaya)
